Skip to content

Gadis, kau kegembiraan aku.

August 30, 2010

Sedar tak sedar, sudah menghampiri dua tahun kita bersama. Kesal aku katakan, perubahan aku kurang dari apa yang kau harapkan. Rasa sangsiku terhadap orang lain merupakan satu pasir jerlus yang melemaskan. Berani aku katakan, dalam perjuangan ini aku lemah dan kerap tunduk pada hasutan hati dan cuitan berbisa mereka yang aku sakit hati.

Satu yang pasti, ini semua bukan kesalahanmu. Aku letakkan kesalahan atas diriku dan terutamanya atas mereka yang banyak cuba mengolak sampan kecilku. Sudahlah tentang mereka. Aku bangkit, dan cuba lagi.

Aku ingin kau tahu, setiap kali aku tatap raut wajah lembutmu aku gembira. Dalam kebisingan kota dan tekanan kerja, saban petang aku cuba percepatkan perjalanan supaya dapat aku nikmati keindahanmu. Lelah dan runsingku bagai hilang ditiup angin tatkala aku lihat senyumanmu.

Aku juga tahu kekurangan diriku. Menjana buah perbualan bukan forteku. Kebiasaan aku mendengar saja dan mencelah jika aku rasa mampu. Aku bisa cuba melontar kata yang bukan berat isinya kelak, tapi percayalah yang aku lebih senang menjadi pendengarmu yang setia.

Kau pilihanku.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: